Monday, November 3, 2014

Makna kaya

Ketika seseorang meminta kaya, seketika saya teringat ceramah aa gym, ketika kekayaan menjadikan mu "susah" lalu untuk apa, ketika kekayaan tidak menjamin hidup mu bahagia lalu untuk apa. Saya sedikit merenung akan makna kaya, sebagian orang menanggapi kaya itu memiliki banyak harta, memiliki banyak aset, hingga terlihat hebat mewah dsb. Sudah kenyang denger kisah nyata, ketika seorang yg memiliki harta berlimpah lantas bagaimana mereka sedemikian sibuk menjaga hartanya agar tdk jatuh ke tangan orang yg tdk berkepentingan, mulailah jiwanya terbentuk menjadi kikir, tertutuplah hatinya terperangkap dalam nikmat dunia.
Kalau kata aa gym mah yang penting cukuuuup, saat mau beli rumah cukuup walau jalannya harus dengan berhutang tp Allah mencukupinya dengan jalan yang tdk diduga2, mau sedekah cukuuup, mau sekolahin anak cukup, mau jalan2 cukup, tinggal minta saja sama yang Maha Kaya.
Dipikir2 iya banget, terkadang bagi kami dirasa sulit utk memiliki tabungan beratus2 juta yang katanya untuk investasi dunia. Tapi saat kami ingin ini butuh itu mau ini itu, Allah selalu saja mencukupinya memudahkannya dengan cara Nya yg terkadang diluar nalar kami. Saat ini tetiba kami terfokus untuk memilki tabungan haji, entah dari mana jalannya ketika niat dan doa terpanjat, maka Allah pun akan memberi. Rasanya semakin yakin berbisnis dengan Allah, modal nya hanya percaya, yakin ketika kita meminta, ada saatnya Allah langsung memberi, dan ada saatnya Allah menahannya utk kemudian memberikanmya diwaktu yang tepat. Harta itu hanya alat, yang tidak selalu menjamin hidupmu bahagia, mau digunakan utk maksiat atau kebaikan atau bahkan dimubazirkan (sia2) tergantung hati kita. Ketika meminta kaya harta jangan lupa kau selipkan doa kaya hati agar harta mu itu bs menjadi jalan untuk amalan mu.

Perkara Hati

Oleh: bunda Acha

Duhai hati, apa yg membuat mu sedih
Apa yang membuatmu kecewa
Apa yang membuat mu marah
Sehingga bergejolak menjadi sakit

Duhai hati, terbuat dari apakah gerangan, hingga sebegitu rapuhkah
Yang kalau tersenggol dikit bisa pecah

Duhai hati, sebegitu berharga kah keberadaan mu, sehingga jiwa mu tak menginjinkan hati mu luka
Menolak utk sakit hati yang justru menganggu jiwa damaimu

Duhai hati, semakin kau menolak sakit, semakin tinggi ego mu bermain
Akan semakin sakit jiwa mu dipermainkan oleh hatimu yang luka

Duhai hati, tak ingatkah, jiwa mu berhak utk bahagia
Jiwamu berhak untuk sehat 
Jiwamu berhak untuk hidup tenang

Duhai hati, saat sedih ingatlah bahagia
Saat kecewa ingatlah rasa syukur
Saat marah sebut kalimat istighfar
Saat harus sakit, ingatlah Allah

Duhai hati yang sakit, terimalah rasa sakit itu sebagai bagian dalam pembelajaran hidupmu
Sakit dalam tubuh bisa menjadi imun bagi tubuh
Sakit dalam hati bisa menjadi imun bagi iman dalam jiwamu
Seikhlas apakah hati mu menerima rasa sakit? Sekuat itulah ketangguhan iman dalam dirimu...

Duhai hati yang sakit, saat hati dan jiwa mu berkoloni dalam kesakitan yang tak berujung...
Seketika itulah respon negatif dalam tubuhmu menerima
Satu persatu penyakit menghinggap
Karena tubuhmu membuka diri untuk   Menerima penyakit saat hatimu berubah menjadi dengki

Duhai hati yang sakit, tidak cukupkah kau membuat jiwa ini semakin terpuruk...
Sudahilah kesakitan ini
Terimalah rasa sakit ini
Ikhlaskan lah rasa sakit ini utk pergi
Dia yang datang tanpa kita inginkan
Sudah saatnya kita usir dari jiwa ini

Duhai hati yang sakit,
Lama tak kulihat pelangi dihatimu
Saat ku bercermin kutemukan warnamu semakin menghitam kelam
Tanda sakit yang begitu mendalam

Duhai hati yang sakit
Pergilah ...
Pergi sajaaaaa...
Biarkan jiwa ini bahagia seperti sebelumnya 
Karena ku tahu  aku telah membuang separuh sisa umurku untuk mengijinkan hatiku merasakan sakit

Duhai hati yang sakit
Kurasa sudah cukup
Aku ingin bahagia
Aku perlu bahagia
Aku harus bahagia
Maka terimalah rasa sakit itu
Biarkanlah jiwa ini berkenalan sejenak dengan rasa sakit itu
Lalu sudahilah, perkenankanlah dia pergi.....

Duhai hati yang sakit, saat jiwa ini menerima segalanya, 
Betapa ku menyadari bahwa daun yang jatuh pun atas seijin Allah sang pemilik hati ini..
Ketika kau pasrah menerima ketetapannya.. Seketika itu juga hati mu ikhlas menerima.. Dan hatimu pun akan sembuh kembali..
Rasakan sakitnya..terima sakitnya.. Lalu nikmati prosesnya..maka akan kau temukan rasa syukur didalamnya.

Thursday, October 23, 2014

Bahagia itu....

Adakah dirimu bisa menjadi bahagia saat bisa membuat orang lain bahagia... 

Entahlah hari ini secara spontan, saya dan anak2 mengajak serta mbak dan anaknya sekedar menyusuri pasar krangan yang saya sendiri baru pertama kali menginjakan kaki disana. Entahlah apa yang ada dipikiran saya, bermodalkan uang 300rb lantas apa bs memenuhi keinginan utk anak2, mbak dan bahkan saya sendiri. Bukan apa2 sudah lama saya sangat ingin membelikan mbak sepatu, mengingat mbak setiap kamis selalu mengikuti senam aerobik gratis dilapangan dekat rumah. Alangkah tersentuhnya hati ketika melihat sepatu yang mbak pakai sudah mengangga bahkan tak layak pakai, namun mbak lebih memilih memakai sepatu itu dibanding tidak sama sekali. Sayangnya saya sendiri pun tak punya sepatu sport, kalaupun ada pasti sudah saya berikan.

Singkat cerita akhirnya rejeki pun datang, papahnya yang kebetulan dapat bonus dari project kantornya, walau tidak banyak saya pikir ini mungkin rejekinya si mbak. Saya pun lalu mengajak ya ke pasar bersama2, tapi begitu sampai pasar bukanlah sepatu yang mbak pilih, tetapi pakaian dalam. Rupanya mbak lebih butuh barang itu dibanding sepatu yang menurut saya sudah tidak bisa dipakai lagi. Lalu saya melihat lagi uang dalam gengaman saya, sambil saya manahan keinganan saya utk sekedar membeli sebuah hijab baru. Dan saya coba tawarkan kembali utk mengambil serta pakaian dalam dan sepatu, tapi lagi mbak menolak, dia lebih memilih membelikan pakaian dalam utk anaknya yang baru masuk SMP, aah saya pikir biarlah mbak memilih barangnya sendiri karena mbak lah yang mengerti kebutuhannya. Akhirnya pun mbak dapat barang utk dirinya dan kedua anaknya. Anak2 saya pun tidak ketinggalan dapat bagian juga sepasang baju, dan alhamdulillah lagi saya pun msh bs mendapat sepasang hijab baru. Rupanya uang msh bersisa, kami pun lantas mengisi perut sejenak sekedar makan bakso dan minum es teh. Melihat mbak bs belanja, terlihat aura yang sangat menyenangkan, padahal apa sih pakaian dalam, berapa sih harganya yang kalau kita sendiri mungkin bisa membelinya sesering mungkin. Ya seperti itulah hidup, kecil bagi kita namun terasa besar bagi orang lain.  Seperti tang sudah2, ada rasa haru dan bahagia dalam diri saya, ketika saya bisa sedikit memberikan kebahagiaan untuk yang lain. Dan lagi, pasarlah memang tempat belanja murah dan berkualitas, 300ribu rupiah yang mungkin bagi orang lain bisa dihabiskan dalam hitungan menit di restoran, tapi bagi saya 300rb yang amat begitu besar nilainya bisa memberikan banyak manfaat besar. Alhamdulillah, satu pelajaran lagi yang saya dapat dari pengalaman ini, bahwa bahagia itu adalah ketika bisa memberikan sedikit kebahagiaan untuk orang lain. 

Thursday, October 16, 2014

Berbaik sangka terhadap Allah swt

Jelang 3-4bulan untuk menempati baitijannah rupanya masih harus melewati beberapa tantangan lagi. Kenapa saya bilang tantangan, karena yg bermain disini bukan hanya hati perasaan dan fisik tapi juga tingkat keimanan kita. 
Bisa dapat kontrakan yang rute nya gak jauh dari sekolah acha kurang lebih 15menit berjalan kaki, sangat memudahkan saya, terutama dalam pemanfaatan waktu. Saya lebih banyak punya waktu luang tanpa membuang2 waktu dimacetnya jalanan raya. Rumah yang cukup nyaman, lega dan bersih walau tanpa garasi dan air yang agak sedikit kuning, tapi tidak menghalangi rasa syukur kami. Ini sudah lebih dari cukup, bisa mengontrak rumah terpisah dari orangtua dan bebeas menetukan pola dan karakter dirumah sendiri tanpa intervensi dari pihak lain 😎.
Singkat cerita, kami yang hanya mengambil sewa ini hanya 6 bulan disesuaikan dengan tahap pembangunan rumah yang diprediksi akan selesai dalam waktu tersebut, dan juga perjanjian dengan pihak penyewa kalau kami boleh memperpanjang lagi.
5bulan sudah berlalu, rupanya rumah yg kami sewa tidak bisa diperpanjang karena akan ditempati, hmm yg ada diotak saat itu adalah " lelah" lelah krn harus mengemas barang lagi mengangkut merapikan dan menyusunnya kembali, lelah kala harus membayangkan bongkar pasang ac yg memakan biaya, lelah juga karena kemana saya harus mencari rumah sewa yg seperti ini, 1rumah yg memang utk 1keluarga..
Dengan sedikit kecewa tapi ya sudahlah toh ini semua juga sudah atas kehendak Allah, mulai lah keesokan hari saya ditemani si mbak mencari info, alhamdulillah langsung ditunjukan 1rumah dengan halaman luas dan rumah yang cukup lega. Begitu  dilihat, walau tempatnya agak lembab dan sedikit rimbun dipikir dalam hati tidak papa yg penting ada 1pegangan utk jaga2, rumah yg didepannya kebun pisang sdh terbayang dikepala saya betapa akan sepi nya kalau sampai tinggal disini 😖. Begitu masuk kedalam, masha allah, kondisinya sudah tidak layak karena bekas ditempati selama 8 tahun oleh orang lain dan selama itu belum direnovasi sama sekali, kebayang kan yah 8 tahun yang begitu menyimpan banyak kisah dirumah itu. Mulailah terjadi perdebatan dengan suami yang sepertinya beliau memilih rumah tersebut karena terpaksa, sementara saya tidaaak mau, ditambah rute sekolah anak akan semakin jauh dan mau tidak mau antar jemput ojek.
Keesokan harinya saya dapati lagi kontrakan, tapi model petakan, cukup bagus karena bangunan baru, dan alhamdulillah lagi dari 20 kontrakan yang ada ternyata ada 1 yg baru kosong, saya pun langsung menunu ke TKP, lingkungannya asri walau berhadap2 dan berderet masing2 deretan ada 10kontrakan, terbayang betapa ramainya lingkungan disitu. Begitu masuk, hmm agak sempit bagaimana dengan barang2 kami yg sepertinya tdk akan bisa masuk rumah itu seluruhnya. Ditambah listriknya hanya 900watt, lelah lagi otak dibuatnya, sementara pemakaian elektronik kami bisa melebihi daya itu. Dan masih agak jauh juga rutenya dari sekolah acha 😕.
Tidak berhenti mencari, mulailah saya bertanya kesana kemari, percis disamping sekolah anak ada kontrakan petakan juga berderet, dapurnya agak lega sementara listriknya sangat cocok dengan yang kami butuhkan, hmm walau kondisinya agak terlalu ramai dan sepertinya agak susah utk kami punya privasi 😅 seengaknya sudah punya ancang2 bahwa kami akan mengambil sewa kontrakan yang ketiga ini.
Keesokan paginya ketika saya aka membayar DP, kebetulan ada mbak yang bisa saya sapa kalau lewat mengantar anak sekolah, sambil berbincang maksud dan tujuan si mbak tsb malah menunjukan saya kontrakan lain, lokasinya percis depan sekolah anak yg tinggal menyebrang, kondisinya rumah seperti cluster walau hanya muat untuk garasi motor, listriknya sesua dengan kebutuhan, dan yang paling menyenangkan adalah ini bangunan baru jadi kami adalah orang pertama yang menempatinya, subhanallah sujud syukur rasanya, ketika Allah memilihkan yang terbaik untuk kami. Yang tadinya saya mengeluh dan hampir putus asa dibuatnya, ketika setiap langkah saya saat mencari kontrakan selalu diawali dengan doa dan pasrah, alhamdulillah dapatnya malah yang paling bagus serta jarak ke sekolah hanya tinggal sekejap memejamkan mata lalu sampai 😂. Malah sepertinya saya akan betah tinggal disitu karena lingkungannya nyaman tidak ramai dan lebih privasi. Alhamdulillah ketika berprasangk baik terhadap Allah, maka Allah pun akan memberikan yang terbaik untuk hamba Nya.

Alhamdulillah acha mulai rutin sholat

Alhamdulillah sejuknya melihat anak berinisiatif ikut bangun bertahajud di malam dini, damainya hati ini kala melihat anak2 begitu bersemangat untuk berjamaah di jam sholat wajib. Serta merutinkan sholat dhuha, walau mungkin belum sempurna bacaannya, belum benar gerakannya. Tapi ini sudah menjadi poin utama bagi kami untuk menanamkan kebiasaan sholat, yang insya allah akan menjadi bekal nanti setelah mereka dewasa. Berharap mereka akan taat beribadah dan sangat mudah diarahkan. 
Teringat saat kecil dulu, bagaimana ibu saya mendidik kami anak2nya untuk melaksanakan shalat, yang kalau subuh tiba ketika anak2nya masih terlelap, ibu tak henti2nya mengentuk pintu, bahkan kalau masih belum bangun, ibu sudah menyiapkan gayung berisi air untuk mencipratkan nya ke wajah kami 😭. Tapi inilah yang kami anak2nya rasakan sampai saat ini, bahwa kebiasaan sejak kecil itu akan tertanam kuat dalam diri kami, untuk taat dalam melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Nya.

Rasulullah bersabda: "suruhlah anak kalian sholat usia tujuh tahun dan pukullah mereka pada usia sepuluh tahun apabila belum melakukannya, serta pisahkan lah tempat tidur mereka."

Mengapa harus saat usia tersebut, rupanya saat usia tersebut adalah masa perkembangan karakter terbaik bagi seorang anak. Kebiasaan melaksanakan sholat akan terus tertanam semur hidupnya. Janganlah hanya menyuruh anak sholat, tapi kitalah orangtua yang memberi contoh dan teladan yang baik dalam mendidiknya, serta tak henti mendoakannya. Saya sendiri bukan  menyuruh anak sholat,  tapi mengajak serta untuk berjamaah, yang lama2 tanpa diminta sudah berinisiatif sendiri utk ikut mengambil wudhu dan mengelar sejadah dan mengikutinya sampai selesai 😭. Jangan pernah lelah mengajarkan dan mengarahkan anak dalam beribadah, agar saat tua nanti kita sbg orangtua tidak menyesal kelak, karena anak2 adalah investasi akhirat kita.

Alhamdulillah .......

Bismillah... Ketika menyambut fajar, hariku sudah dipenuhi dengan rangkaian aktivitas didapur

Alhamdulillah... Ketika ku masih diberi kesempatan menyiapkan segala kebutuhan suami dan kemudian melepasnya pergi dengan ciuman tangan, lalu beranjak untuk mengais rejeki halal.

Alhamdulillah... Betapa anak2 mengerti peranku, mereka masih terbuai dalam mimpi indahnya, untuk kemudian kulanjutkan aktivitasku dengan bebenah rumah.

Alhamdulillah... Begitu banyak sisa waktu yang ada, hingga kusempatkan mulut ini untuk bertilawah sambil menyelinap ditengah diantara kedua anak2ku yang masih lelap. Sambil sesekali bergadget sekedar menyapa dan bersilaturhami dengan rekan.

Alhamdulillah.. Ketika ku masih bisa menciumi dan memeluk kedua anakku sambil menikmati aroma asem dan wangi iler nya mereka.

Alhamdulillah... Ketika ku masih sempat mengurus kebutuhan si kakak dan mensugesti nya dengan pikiran positif untuk kemudian mengantarkannya ke sekolah..

Alhamdulillah.. Jam kosong tanpa si kakak bisa kumanfaatkan untuk ber duha dan bermain puas bersama si adik.

Dan lagi Alhamdulillah.. Diberi mbak yg baik dan jujur yang begitu membantu meringankan serangkaian tugas rumahku.

Alhamdulillah ketika siang dan sore menjelang, bisa mengisi hari untuk anak2 sekedar solat berjamaah, makan bersama, bermain,berkreasi,  tidur siang, bergadget, dan menutup senja dengan bertilawah. Lalu lanjut aktivitas dapur menyiapkan makan malam untuk  yang tercinta.

Alhamdulillah.. Ketika malam menjelang, menyambut suami pulang dengan penuh rindu dan syukur.

Alhamdulillah malam tiba, masih bisa mengisi jiwa nya anak2 dengan mendongeng dan mengantarnya ke alam mimpi.

Alhamdulillah ketika masih bisa diberi kesempatan dan terbangun dini hari untuk sekedar berkeluh kesah dalam doa dan sholat tahajud.

Alhamdulillah, terlelap sekejap untuk 
Kemudian  menanti subuh dan kembali beraktivitas kembali didapur.

Alhamdulillah Allah begitu baik atas kehidupan ini yang begitu penuh nikmat dan syukur. 

Refleksi ku

Refleksi dulu yuk pagi2. Hhhmm lagiiii, sering2 lah mengingat kematian, krn sesungguhnya kematian adalah pemutus nikmat dunia. Rasanya udh banyak denger berita2 duka yg mengejutkan entah dari teman atau bahkan kerabat sendiri. Kalau masih blm bs membayangkannya, coba inget2 saat kita diberi sakit....mungkin sebagian kita msh bingung hidup ini untuk apa, mau ngapain, mau berbuat apa? Coba kita tenggok sudara kita yg sdg diberi ujian berupa sakit, berjuang melawan sakit.. Saya sendiri biasa aktif kesana kemari, seminggu ini tiba2 tumit kanan dikasih kapalan dan kaki kering hingga luka yang kalau dipakai jalan alhamdulillah seperti penari balet (baca jinjit). Kapalan dikaki terlihat sepele, tapi ternyata sangat menganggu aktifitas. Padahal lagi semangat2nya jalan santai dan kepengen jogging, pas dikasih sakit baru deh berasa betapa selama ini terlalu banyak mengeluh ke suami krn kelelahan kala mengantar anak ke sekolah dengan berjalan kaki.. 😪 belum lagi urusan kaki, eeh kmrn siang mata kiri tiba2 seperti kelilipan benda asing, tapi rupanya bukan entahlah ini mata kenapa seperti ada yg menganjal seperti selaput yg menempel diputih mata.. Dan lagi saya langsung teringat belakangan ini lebih sering agak menunda tilawah 1juz 1hari, membacanya ditumpuuuuk brek jadinya hutangnya banyak, bukan Lagi 1juz 1harj tp 2 hari 3 juz 😪. Ada lagi kisah lain, ketika melihat anak gak bisa diem grasak grusuk seketika otak lelah memenuhinya, tapi lagi saya diingatkan, postingan teman yg anak temannya tiba2 sakit demam lalu kejang lalu tdk sadarkan diri akhirnya meninggal (aah zifni walau saya gak mengenal mu tp kenapa hati begitu tersentuh 😭). Betapa anak kita diberi sehat sudah merupakan sesuatu hal yang sangat besar nilainya utk kita syukuri. Kasarnya, sesulit apapun hidup, seberat apapun masalah, saat melihat anak2 sehat ceria lincah rasanya tidak bs dibandingkan dengan seberat apapun  masalah hidup yg mgkn sdg kita alami. Saat lelah, dan sakit, ditambah lagi masalah baru, buru2 inget alhamdulillah dikasih suami yg sangat sabar, setia dan penyanyang, alhamdulillah dikasih anak2 yg sholeh sholeha pinter sehat dan ceria, alhamdulillah msh punya ibu dan mertua yang perhatian dan mendoakan, alhamdulillah punya kakak adik yang sangat perhatian dan selalu mensupport, alhamdulillah juga punya tetangga dan teman2 yang begitu baik dan peduli..alhamdulillah lagi rasanya Allah gak bosen2 mengetuk hati saya kala iman sedang turun. Latihan untuk bisa pasrah tidaklah semudah yg dibayangkan, namanya proses. Namun kadang yg perlu dipahami betul, bahwa segala sesuatu yang terjadi terhadap diri kita yg telah lalu maupun saat ini, bahkan sekian detik kedepan, itu sudah atas ijin Allah swt. Lalu apaaaa yg perlu dirisaukan lagi, yg harus dikeluhkan lagiii...ada masalah gak ada masalah hidup harus berlanjut dan menebar manfaat..