Adakah dirimu bisa menjadi bahagia saat bisa membuat orang lain bahagia...
Entahlah hari ini secara spontan, saya dan anak2 mengajak serta mbak dan anaknya sekedar menyusuri pasar krangan yang saya sendiri baru pertama kali menginjakan kaki disana. Entahlah apa yang ada dipikiran saya, bermodalkan uang 300rb lantas apa bs memenuhi keinginan utk anak2, mbak dan bahkan saya sendiri. Bukan apa2 sudah lama saya sangat ingin membelikan mbak sepatu, mengingat mbak setiap kamis selalu mengikuti senam aerobik gratis dilapangan dekat rumah. Alangkah tersentuhnya hati ketika melihat sepatu yang mbak pakai sudah mengangga bahkan tak layak pakai, namun mbak lebih memilih memakai sepatu itu dibanding tidak sama sekali. Sayangnya saya sendiri pun tak punya sepatu sport, kalaupun ada pasti sudah saya berikan.
Singkat cerita akhirnya rejeki pun datang, papahnya yang kebetulan dapat bonus dari project kantornya, walau tidak banyak saya pikir ini mungkin rejekinya si mbak. Saya pun lalu mengajak ya ke pasar bersama2, tapi begitu sampai pasar bukanlah sepatu yang mbak pilih, tetapi pakaian dalam. Rupanya mbak lebih butuh barang itu dibanding sepatu yang menurut saya sudah tidak bisa dipakai lagi. Lalu saya melihat lagi uang dalam gengaman saya, sambil saya manahan keinganan saya utk sekedar membeli sebuah hijab baru. Dan saya coba tawarkan kembali utk mengambil serta pakaian dalam dan sepatu, tapi lagi mbak menolak, dia lebih memilih membelikan pakaian dalam utk anaknya yang baru masuk SMP, aah saya pikir biarlah mbak memilih barangnya sendiri karena mbak lah yang mengerti kebutuhannya. Akhirnya pun mbak dapat barang utk dirinya dan kedua anaknya. Anak2 saya pun tidak ketinggalan dapat bagian juga sepasang baju, dan alhamdulillah lagi saya pun msh bs mendapat sepasang hijab baru. Rupanya uang msh bersisa, kami pun lantas mengisi perut sejenak sekedar makan bakso dan minum es teh. Melihat mbak bs belanja, terlihat aura yang sangat menyenangkan, padahal apa sih pakaian dalam, berapa sih harganya yang kalau kita sendiri mungkin bisa membelinya sesering mungkin. Ya seperti itulah hidup, kecil bagi kita namun terasa besar bagi orang lain. Seperti tang sudah2, ada rasa haru dan bahagia dalam diri saya, ketika saya bisa sedikit memberikan kebahagiaan untuk yang lain. Dan lagi, pasarlah memang tempat belanja murah dan berkualitas, 300ribu rupiah yang mungkin bagi orang lain bisa dihabiskan dalam hitungan menit di restoran, tapi bagi saya 300rb yang amat begitu besar nilainya bisa memberikan banyak manfaat besar. Alhamdulillah, satu pelajaran lagi yang saya dapat dari pengalaman ini, bahwa bahagia itu adalah ketika bisa memberikan sedikit kebahagiaan untuk orang lain.
No comments:
Post a Comment