Thursday, October 16, 2014

Bekerja dengan passion

I love u nak
Ketika melepaskan berbagai kesempatan yang ada, bukan karena sayang, bukan karena demi anak semata. Saya sama seperti lainnya, hidup terkadang butuh aktualisasi diri, butuh uang utk bertahan hidup dan untuk menghidupi anak2 juga. 
Kadang berlebihan membahas ini, sebagian besar berpikir tidak bekerja adalah karena alasan anak, iya mungkin benar, tapi setelah dirunut2 bukanlah itu juga jawabannya, mengurus anak itu adalah pekerjaan yang menguras batin dan fisik, mengurus anak itu ternyata ada ilmunya bahkan kalau perlu ada sekolahnya, mengurus anak itu tidak semudah yg kita terka selama ini.
Tidak banyak yg awalnya bekerja lalu memutuskan utk memilih mengurus anak dan pada akhirnya menyerah krn passionnya mungkin adalah memang ibu bekerja dalam bidang profesional. Sementara saya? Iyaa 24 jam hidup bersama anak dan turut serta mengawasi perkembangannya dan terlibat dalam warna warni hidupnya merupakan suatu kejenuhan bagi saya, saya jenuh, saya lelah, karena pada saat itu yang saya pikirkan adalah untuk diri saya sendiri. Mengurus anak adalah pekerjaan yang telah menghambat karir saya, sementara saya tidak menghasilkan uang dari ini. Butuh waktu bagi saya untuk menemukan jawaban atas semua ini, mulailah saya mengenal apa yang namanya parenting dan islamic parenting. alhamdulillah banyak ketamparnya bahkan hati seperti tertusuk paku saking sakit hatinya saya selama ini.
Saya sakit hati karena saya telah menyia2kan hidup saya pd saat itu, apapun yang kita lakukan tidak didasari cinta makanya semuanya akan sia2. Kemana saja saya selama itu tidak menyadari bahwa dihadapan saya ada rejeki dari Allah yaitu berupa amanah pekerjaan besar yang tanggungjawabnya dunia akhirat. 
Begitulah kiranya hati ketika selalu melihat sekitar dan merasa diri tidak seberuntung mereka... Padahal pun mereka mungkin berpikir seperti itu terhadap diri saya (ciri manusia yg tdk pernah bersyukur).
Alhamdulillah, semua itu butuh proses, karena tidak ada yang instan dan datang secara tiba2, layaknya seperti hidayah yg bukan kita tunggu tetepi kita jemput dan wajib mencarinya, bahwa ilmu pun demikian. Dan saya mulai menemukan passion nya dalam mengurus anak, hingga akhirnya membuat saya jatuh cinta pd pekerjaan ini. Tidak bekerja bukanlah  pengangguran, mungkin terlihatnya seperti itu, padahal jauh dari itu saya pun memiliki visi misi yang hebat dalam perkerjaan saya sebagai seorang ibu. Saat kita mencintai pekerjaan kita, saat itulah perjuangan dalam kehidupan kita ada. Dan inilah passion saya, saya jatuh cinta menjadi ibu, tidak bekerja bukan karena sekedar mengurus anak, tapi karena keberadaan mereka lah saya tidak menganggur... Karena mereka lah saya akhirnya belajar melatih dan mengasah kemampuan saya bukan hanya pada satu bidang namun terkadang saya baru memahami bahwa wow ternyata saya bisa melakukan ini bisa melakukan itu. Karena mereka lah saya bisa merasakan bagaimana sejatinya kebahagiaan itu, juga merasakan saat harus mengalami kesedihan dan segala sesuatunya yg menguras emosi. Karena mereka lah yang membuat dan memaksa saya untuk terus mendekatkan diri kepada Allah, bagaimana saya bisa khusyuk dalam berdoa, beribadah, dan bertilawah. 
Jadi apa iya yang saya lakukan ini demi anak semata??? Ketika begitu banyak pelajaran berharga untuk meningkatkan kemampuan dalam diri saya. Jawabannya adalah semua ini demi saya, demi saya yang semakin hari ingin belajar utk menjadi seorang khalifah Allah yg semakin ingin menjadi yg terbaik. Untuk diri saya dalam upaya memenuhi timbangan amal kebaikan agar terus memberat. Ini jelas untuk diri saya, kelak ketika saya tua nanti  bahwa apa yg saya lakukan untuk anak2 selama ini mereka bisa memperlakukan saya sebaik2nya saya memperlakukan mereka. Atau kelak saya tiada, saya ingin bisa tersenyum indah melihat betapa anak2 saya bisa mandiri dan bs memberikan manfaat tdk hanya untuk dirinya keluarganya tetapi juga yg lainnya, terkait pola asuh yg saya terapkan selama ini. Dan pada akhirnya, pendidikan agama yg saya terapkan kepada mereka, tidak lain tidak bukan saya hanya ingin amalan saya tidak putus meski saya telah tiada, karena doa2 anak sholeh sholeha kami yg terus akan mengalirkan ribuan amalan kebaikan bagi kami diakhirat kelak. Aamiin 
Dan pada akhirnya, tulisan ini bukan untuk saling menunjukan ini yg terbaik itu yang terbaik. Apapun keputusan yg ada, niatkan utk amalan kebaikan maka hasilnya pun kebaikan itu sendiri untuk kita. Bekerja "tidak bekerja" bukanlah sebagai sebuah status semata, bukan juga semata2 untuk saling menjatuhkan. Bekerja sebagai wujud memanfaatkan diri kita semaksimal mungkin sebagai manusia produktif. Apapun itu bentuknya, pada dasarnya kita ini terus bergerak, dalam bekerja ada sesuatu yg hendak dicapai, pun bekerja dalam mengurus anak. Sangat sempit pikiran kita ketika memandang segala sesuatunya dengan sebelah mata. Untuk itu kembalikan semua ke dalam niat dan doa, tidak ada yg jelek yg kita lakukan di mata Allah selama niatnya utk kebaikan. 

No comments:

Post a Comment